Di Balik Bangku Sekolah, Menjaga Masa Depan Anak dari Bullying dan Pernikahan Dini

Di Balik Bangku Sekolah, Menjaga Masa Depan Anak dari Bullying dan Pernikahan Dini

Citra hukum
Senin, 20 Juli 2026


Citrahukum.com,  Suasana Aula Hall SMP Negeri 1 Kotabumi,dipenuhi semangat para siswa siswi yang mengikuti kegiatan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak, bullying di lingkungan sekolah, serta pencegahan pernikahan dini. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus pengingat bahwa masa depan anak harus dijaga sejak dini.

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Lampung Utara tersebut menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas, Dra. Sri Mulyana, M.M., sebagai narasumber,Senin 20/7/2026

Dalam penyampaiannya, Sri Mulyana menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, tindakan bullying yang kerap dianggap sebagai candaan dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam bagi korban apabila tidak dicegah sejak awal.

Selain membahas bullying, peserta juga diberikan pemahaman mengenai bahaya pernikahan dini. Sri Mulyana mengajak para siswa untuk lebih fokus mengejar pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta berani meraih cita-cita tanpa harus terburu-buru memasuki kehidupan berumah tangga.

"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka berhak tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman. Karena itu, pencegahan kekerasan dan pernikahan dini membutuhkan peran bersama, baik dari keluarga, sekolah, maupun pemerintah," ujarnya.

Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti materi, berdiskusi, hingga mengajukan berbagai pertanyaan seputar pergaulan remaja, kekerasan verbal, dan cara menghadapi tindakan bullying.

Plt. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kotabumi, Wardania, S.E., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DP3A Kabupaten Lampung Utara atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran siswa agar mampu melindungi diri sekaligus menghormati sesama.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lampung Utara atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini.Semoga ilmu yang diperoleh para siswa menjadi bekal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari bullying dan pernikahan dini," ungkap Wardania.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya saling menghargai, menolak segala bentuk kekerasan, serta memiliki keberanian untuk melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, upaya melindungi anak-anak Lampung Utara diharapkan semakin kuat demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.