Citrahukum.com, Way Kanan — Prestasi gemilang ditorehkan Raya Azkia Maulida, siswi SMP Negeri 2 Blambangan Umpu, di tingkat nasional. Capaian ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, Minggu (19/4/2026).
Machiavelli menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan Raya yang terpilih sebagai satu dari 10 penulis cerpen terbaik nasional dalam ajang “Bahasa Berdaya” 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi pelajar daerah untuk bersaing di tingkat nasional.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Way Kanan, saya menyampaikan apresiasi kepada Raya Azkia Maulida. Ini adalah pencapaian luar biasa dan membuktikan bahwa anak daerah memiliki daya saing tinggi,” ujar Machiavelli.
Ia juga menilai pemilihan tema perjuangan R.A. Kartini dalam cerpen karya Raya menunjukkan kedalaman berpikir serta kepekaan sejarah yang baik.
Lebih lanjut, Machiavelli menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran sekolah dalam membangun budaya literasi. Ia memberikan apresiasi kepada Kepala SMPN 2 Blambangan Umpu, Helmy Lutfiyah, beserta jajaran guru.
“Pembinaan dan dukungan guru menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi siswa. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung ekosistem pendidikan yang mendorong kreativitas,” tambahnya.
Ia berharap keberangkatan Raya ke Jakarta untuk menerima penghargaan dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain di Way Kanan.
“Jangan merasa rendah diri karena berasal dari daerah. Dengan kemauan dan kreativitas, prestasi nasional bisa diraih,” tutupnya.
Sebelumnya, Raya Azkia Maulida, siswi kelas VIII C SMPN 2 Blambangan Umpu, berhasil menyisihkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia melalui cerpen bertema semangat juang R.A. Kartini. Atas prestasinya, Raya diundang ke Jakarta oleh Kemendikdasmen.
Kepala sekolah, Helmy Lutfiyah, menyatakan pihaknya akan terus mendorong siswa untuk berkembang, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
(Oga Mulan)
