Satu Tahun Kepemimpinan di Kabupaten Lampung Utara: Antara Harapan dan Evaluasi Publik

Satu Tahun Kepemimpinan di Kabupaten Lampung Utara: Antara Harapan dan Evaluasi Publik

Citra hukum
Selasa, 03 Maret 2026


Citrahukum.com, Lampung Utara — Tepat satu tahun masa kepemimpinan daerah di Kabupaten Lampung Utara, sejumlah elemen masyarakat mulai melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan realisasi janji pembangunan yang sebelumnya disampaikan.

Sejumlah capaian diakui telah berjalan, namun beberapa persoalan mendasar dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu perhatian lebih lanjut.

Salah satu isu yang banyak dikeluhkan masyarakat adalah kondisi jalan rusak di sejumlah titik, baik jalan kabupaten maupun akses penghubung antar desa.

Kerusakan tersebut dinilai berdampak pada aktivitas ekonomi warga, khususnya petani dan pedagang yang bergantung pada kelancaran distribusi hasil produksi. Selain itu, pengguna jalan harian seperti pelajar dan pekerja juga merasakan dampaknya.

Beberapa bulan terakhir, intensitas hujan yang cukup tinggi disebut turut memperparah kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air.

Proyek revitalisasi Pasar Dekon Kotabumi juga menjadi perhatian publik. Sejumlah pedagang mengaku masih menghadapi kendala akibat proses relokasi dan belum selesainya pembangunan sesuai target awal yang disampaikan.

Pedagang berharap adanya kepastian jadwal penyelesaian proyek agar aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan optimal. Pasar Dekon sendiri merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Kotabumi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Lampung Utara turut menjadi bahan evaluasi.

Sejumlah orang tua dan penerima manfaat mempertanyakan standar gizi, kualitas menu, serta mekanisme pengawasan distribusi program tersebut.

Di sisi lain, terdapat pula masyarakat yang mengapresiasi upaya pemerintah dalam menghadirkan program sosial untuk mendukung pemenuhan gizi anak.

Beberapa isu yang mencuat dalam evaluasi satu tahun kepemimpinan ini antara lain:

Percepatan dan pemerataan perbaikan infrastruktur jalan.

Kepastian jadwal penyelesaian revitalisasi pasar dengan target yang realistis.

Evaluasi menyeluruh serta peningkatan pengawasan program MBG.

Keterbukaan informasi anggaran dan komunikasi publik yang lebih intensif.
Sejumlah pengamat kebijakan publik di daerah menilai bahwa kritik dan masukan masyarakat merupakan bagian dari proses demokrasi yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja pemerintah daerah.

Satu tahun pertama masa jabatan memang belum menjadi tolok ukur akhir sebuah kepemimpinan. Namun bagi sebagian warga Kabupaten Lampung Utara, keberhasilan pembangunan diharapkan dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah daerah hingga berita ini diturunkan masih diharapkan memberikan tanggapan resmi terkait berbagai masukan yang berkembang di masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah program yang diluncurkan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat luas.

(Tim)