Ulang Tahun ke-72Bapak Drs. Gandung Pardiman, M.M

Ulang Tahun ke-72Bapak Drs. Gandung Pardiman, M.M

Citra hukum
Selasa, 24 Februari 2026

Sakderengé Surup, Bendera Isih Nggandhul: Lelakon 72 Warsa Tanpo Luntur

(Sebelum Senja, Bendera Masih Berkibar: Perjalanan 72 Tahun Tanpa Luntur)

Refleksi, Doa, dan Harapan
Ulang Tahun ke-72
Bapak Drs. Gandung Pardiman, M.M

Bismillāhirrahmānirrahīm.

Pada usia ke-72 tahun ini, kita tidak sekadar menghitung angka, tetapi merenungi perjalanan panjang yang penuh makna. Tujuh puluh dua tahun adalah jejak pengabdian, keteguhan, dan konsistensi dalam menjaga nilai perjuangan.

Saya, M. Arifin Joko W., S.H, Advokat dan Konsultan Hukum, yang telah lama mendampingi beliau dalam berbagai dinamika dan pendampingan hukum, serta membidangi dan mengawal beberapa Lembaga Bantuan Hukum pada organisasi sosial dan keagamaan, dengan tulus mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bapak Drs. Gandung Pardiman, M.M
Dalam perjalanan panjang itu, saya menyaksikan secara langsung bahwa perjuangan bagi beliau bukanlah tentang jabatan atau popularitas, melainkan tentang menjaga amanah dan berpihak kepada rakyat kecil dengan hati yang jernih.

Pesan beliau yang selalu saya pegang teguh hingga hari ini adalah:

"Pak Arifin, tetap jaga integritas. Jangan pernah tinggalkan rakyat kecil. Dan bendera perjuangan yang sudah kita kibarkan sejak dulu, jangan sampai jatuh."

Dengan gaya khasnya yang sederhana namun penuh makna, beliau juga sering mengingatkan:

“Ojo pelit nyah-nyoh!”

Sebuah ajakan agar tidak kikir dalam kepedulian dan pengabdian. Bahwa perjuangan harus dilandasi kelapangan hati, kemurahan sikap, dan keberanian untuk berbagi demi kepentingan rakyat.

Nilai moral lain yang senantiasa relevan adalah pepatah Jawa:

“Becik ketitik, olo ketoro.”

Kebaikan pada akhirnya akan tampak, dan keburukan pun pada waktunya akan terbuka. Integritas tidak pernah sia-sia, dan kebenaran mungkin diuji, tetapi tidak akan pernah hilang.

Dalam setiap perjuangan tentu ada lelah dan ujian. Namun sebagaimana petuah:

“Nek kesel diselèhné, nek wis ora kesel lanjutno.”

Jika lelah, beristirahatlah sejenak. Tetapi jangan berhenti. Istirahat bukan menyerah, melainkan cara untuk menguatkan diri agar mampu melanjutkan langkah dengan lebih teguh.

Di usia ke-72 ini, saya berdoa semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, umur yang panjang dan penuh keberkahan, kejernihan hati, serta kekuatan lahir dan batin dalam setiap langkah pengabdian beliau.

Semoga perjalanan panjang ini menjadi warisan nilai yang abadi. Semoga semangat perjuangan beliau selalu memiliki penerus yang menjaga integritas dan tidak membiarkan bendera perjuangan itu jatuh.

Karena sesungguhnya perjuangan bukan tentang lamanya seseorang berada dalam kekuasaan, melainkan tentang keteguhan menjaga nilai di tengah badai kepentingan.

Semoga selalu diberikan keselamatan, ketenangan, dan menjadi cahaya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Hormat dan takzim,

M. Arifin Joko W., S.H
Advokat dan Konsultan Hukum
Membidangi dan mengawal beberapa Lembaga Bantuan Hukum pada organisasi sosial dan keagamaan