UNY Gelar Festival Teater “PENTASRAYA 2025” Bertajuk MADAYANA

UNY Gelar Festival Teater “PENTASRAYA 2025” Bertajuk MADAYANA

Citra hukum
Senin, 10 November 2025


Citrahukum.com Sleman, DIY, Sabtu (8 November 2025) —
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menegaskan komitmennya terhadap dunia seni dan budaya melalui penyelenggaraan PENTASRAYA 2025, festival teater tahunan yang digelar oleh UKMF Kelompok Sekrup.
Tahun ini, PENTASRAYA mengusung lakon berjudul “MADAYANA”, yang diambil dari kata bermakna keseimbangan dan keselarasan hidup manusia. Pertunjukan ini diharapkan mampu menggugah kesadaran publik terhadap nilai-nilai kemanusiaan, kehidupan sosial, dan refleksi diri di tengah perubahan zaman.

Ketua panitia pelaksana, Muh. Satria Effendi, menyampaikan bahwa Madayana bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan hasil perenungan dan riset artistik yang panjang oleh para mahasiswa UNY.

“Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga kaya makna. Madayana adalah kisah tentang manusia, tentang keseimbangan, konflik batin, dan perjalanan mencari jati diri di tengah arus kehidupan modern,” ujar Satria.



Di balik layar, sejumlah peran penting turut menopang suksesnya pementasan, salah satunya Cia yang dipercaya sebagai Make Up Artist (MUA) dan bertanggung jawab atas tata rias pemeran selama pementasan berlangsung.

“Tata rias bukan sekadar mempercantik, tapi membantu aktor menjiwai perannya dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan lewat visual,” ungkap Cia dalam sesi persiapan.



Festival PENTASRAYA 2025 menampilkan berbagai kegiatan teater, mulai dari pementasan utama, diskusi seni, hingga workshop kreatif yang melibatkan pegiat teater muda lintas fakultas di UNY. Acara ini juga terbuka untuk masyarakat umum, khususnya bagi para pecinta seni pertunjukan di Yogyakarta.

Menurut tim kreatif Kelompok Sekrup, kisah Madayana menggambarkan dinamika manusia dalam menghadapi perubahan sosial, benturan nilai, serta pencarian harmoni antara pikiran, perasaan, dan tindakan.

“Kami percaya bahwa teater adalah ruang dialog batin. Di sana, manusia bisa berbicara dengan dirinya sendiri sekaligus dengan masyarakat,” ungkap salah satu anggota tim kreatif dalam sesi latihan terbuka.



Sebagai kampus yang dikenal kaya tradisi seni dan budaya, UNY terus mendorong mahasiswa untuk berkembang tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam ranah seni dan sosial. Dosen pembina UKMF Kelompok Sekrup turut memberikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam menyelenggarakan festival ini.

“Seni teater bukan hanya hiburan, tetapi juga pendidikan sosial dan emosional bagi generasi muda,” ujarnya.



Selain pementasan utama “MADAYANA”, rangkaian kegiatan PENTASRAYA 2025 juga mencakup:

Diskusi Seni & Budaya bersama praktisi teater dan akademisi

Pameran Dokumentasi Pementasan Sekrup

Workshop Pemeranan dan Penulisan Naskah

Pertunjukan Kolaboratif antar-UKMF Seni UNY


“Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk datang, belajar, dan merasakan pengalaman teater dari dekat. Teater adalah milik semua orang,” tutup Satria.