PSI Rayakan Hari Pahlawan dengan Konsolidasi Nasional: Teguhkan Politik Bersih dan Gerakan Solidaritas

PSI Rayakan Hari Pahlawan dengan Konsolidasi Nasional: Teguhkan Politik Bersih dan Gerakan Solidaritas

Citra hukum
Selasa, 11 November 2025


Citrahukum.com, Jakarta – 11 November 2025

Momentum Hari Pahlawan tahun ini menjadi istimewa bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bertepatan dengan peringatan 10 November, partai yang dikenal dengan semangat muda dan politik bersih ini menggelar Konsolidasi Wilayah Nasional di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.

Acara yang dihadiri pengurus DPP, DPW, dan DPD PSI se-Indonesia ini menjadi ajang pemantapan arah gerak partai menjelang Pemilu 2030. Suasana pertemuan berlangsung penuh semangat dan reflektif, sejalan dengan nilai perjuangan para pahlawan bangsa.

“Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi momentum untuk menyalakan kembali semangat juang dan kejujuran dalam politik,” ujar Ketua DPD PSI Bantul, Almira, di sela kegiatan. Menurutnya, PSI memilih tanggal tersebut agar seluruh kader terinspirasi untuk berjuang dengan integritas, seperti para pahlawan yang mengorbankan diri demi bangsa.

Almira menekankan pentingnya soliditas lintas daerah dan transparansi organisasi sebagai kunci membangun kepercayaan publik. “Kami ingin PSI hadir bukan hanya di layar, tapi di hati rakyat. Politik harus dikelola dengan nurani dan tanggung jawab sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PSI DIY, Mayor Sunaryanta, menegaskan kesiapan jajarannya dalam memperkuat basis kader hingga akar rumput.

“Struktur kami sudah terbentuk dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga ranting. Kader muda kami siap turun langsung membangun kepercayaan publik melalui kerja konkret,” ujarnya.



Kegiatan konsolidasi juga diwarnai dengan arahan strategis dari Sekretaris Dewan Penasehat DPD PSI Bantul, M. Arifin Joko W., S.H., yang menyoroti pentingnya politik berbasis pelayanan dan kedekatan sosial.
Menurut Arifin, partai harus tumbuh dari bawah melibatkan masyarakat dalam setiap proses, bukan sekadar hadir saat pemilu.

“Partai akan dianggap milik bersama bila kader hadir dengan empati, bukan ambisi. Turun ke masyarakat, dengarkan keluhan mereka, bantu selesaikan, di situlah politik bermakna,” pesannya.



Di akhir kegiatan, seluruh peserta membacakan Komitmen Nasional PSI yang menegaskan tiga poin utama:

1. Menegakkan politik bersih dan antikorupsi.


2. Memperkuat solidaritas lintas daerah dan lintas generasi.


3. Menggerakkan kader untuk bekerja nyata bagi kesejahteraan rakyat.



“Solidaritas bukan hanya slogan, tapi tindakan. Itulah cara PSI menghormati para pahlawan dengan kerja nyata, bukan kata-kata,” pungkas Mayor Sunaryanta menutup acara penuh semangat itu.