Badan Hukum dan HAM Partai Golkar Bantul Soroti Proses Musda Periode 2025–2030

Badan Hukum dan HAM Partai Golkar Bantul Soroti Proses Musda Periode 2025–2030

Citra hukum
Sabtu, 01 November 2025


Citrahukum.com, BANTUL — Badan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) DPD Partai Golkar Kabupaten Bantul menyoroti sejumlah hal terkait pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Bantul yang akan digelar pada Minggu (2/11/2025) di Ros In Hotel, Jalan Lingkar Selatan No. 110, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bakumham DPD Partai Golkar Bantul, M. Arifin Joko W., S.H., menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal penuh jalannya Musda agar seluruh tahapan berjalan transparan, demokratis, dan sesuai ketentuan AD/ART Partai Golkar.

“Musda adalah forum tertinggi di tingkat kabupaten yang menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Karena itu, semua proses mulai dari penjaringan calon ketua, verifikasi peserta, hingga pemungutan suara harus dijalankan sesuai aturan partai,” ujar Arifin saat ditemui di sela-sela kesibukannya dalam kegiatan Karya Bakti Pembangunan Masjid di Koramil 15/Sanden, Bantul, Sabtu (1/11/2025).



Ia menambahkan, Bakumham juga mengingatkan agar panitia pelaksana Musda memperhatikan aspek hukum dan etika organisasi, termasuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan akibat pelanggaran prosedural.

“Kami berharap Musda ini menjadi momentum konsolidasi yang memperkuat soliditas kader. Hasilnya harus sah secara hukum, diterima semua pihak, dan membawa semangat baru bagi kebesaran Partai Golkar di Bantul,” imbuhnya.



Musda XI DPD Partai Golkar Bantul periode 2025–2030 akan mengagendakan laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pembahasan program kerja lima tahun ke depan, serta pemilihan Ketua DPD Golkar Bantul. Sejumlah kader disebut telah mendaftar sebagai calon ketua dengan membawa visi perubahan dan penguatan basis kader di tingkat akar rumput.

Dua nama yang kini mencuat dalam bursa calon ketua adalah M. Ali Yusuf Rasyid dan Paidi.

M. Ali Yusuf Rasyid, dikenal sebagai kader muda progresif yang membawa semangat “Golkar Berbenah”, dengan fokus pada digitalisasi kaderisasi dan perluasan basis pemuda milenial.

Paidi, merupakan kader senior  yg mau maju ke 3 kali .


Kedua calon tersebut dinilai memiliki visi dan gaya kepemimpinan berbeda, namun sama-sama menegaskan komitmennya untuk memperkuat Partai Golkar di tingkat akar rumput serta meningkatkan peran partai dalam pembangunan daerah.

“Siapa pun yang terpilih nanti, harapannya dapat membawa semangat kebersamaan dan pembaruan. Golkar harus terus menjadi rumah besar bagi seluruh kader di Bantul,” tutup Arifin.


(AR)