ARPI Kobarkan Semangat Persatuan Lewat 1.000 Bendera Merah Putih di Titik Nol Yogyakarta

ARPI Kobarkan Semangat Persatuan Lewat 1.000 Bendera Merah Putih di Titik Nol Yogyakarta

Citra hukum
Rabu, 29 Oktober 2025


Yogyakarta, Citrahukum.com – Dalam suasana penuh semangat kebangsaan, Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) menggelar aksi pembagian 1.000 bendera Merah Putih di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Selasa (28/10/2025). Aksi ini menjadi simbol nyata persatuan dan kesatuan bangsa, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025.
Ratusan peserta aksi berbaris rapi, mengibarkan bendera kecil sambil menyerukan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Suara mereka menggema di antara langkah para wisatawan dan warga yang melintas, menularkan semangat kebangsaan di udara kota yang sarat sejarah itu.
Koordinator aksi, Dani Eko Wiyono, dalam orasinya menegaskan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk kembali menguatkan persatuan di tengah perpecahan akibat kepentingan politik.

“Dari Jogja, kami ingin menggelorakan semangat persatuan. Sudah saatnya rakyat kembali bersatu, tidak lagi terpecah oleh politik kepentingan. Semangat kami adalah NKRI Sampai Mati!” tegas Dani di tengah sorak peserta.



Tak hanya membagikan bendera, massa ARPI juga menggelar pembacaan ikrar Sumpah Pemuda secara bersama-sama di area Titik Nol sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan para pemuda tahun 1928.

Suasana berubah khidmat. Bendera Merah Putih berkibar di tangan warga dan wisatawan yang ikut larut dalam semangat itu. Di bawah langit Jogja yang teduh, gema ikrar menggema, menyatukan hati lintas suku, agama, dan golongan.

Menurut Dani, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan moral agar nilai-nilai persaudaraan terus dijaga di tengah keberagaman bangsa.

“Kami ingin mengingatkan generasi muda bahwa perbedaan bukan alasan untuk berpecah. Justru dari keberagaman itulah kekuatan Indonesia tumbuh,” ujarnya.



Aksi ARPI ini menjadi simbol sederhana namun bermakna—bahwa semangat Sumpah Pemuda tetap hidup di dada rakyat, terus berdenyut di setiap kibaran Merah Putih. Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi refleksi penting bagi bangsa.

Dari Yogyakarta, pesan itu mengalir: persatuan bukan sekadar slogan, melainkan nafas yang harus dijaga agar Indonesia tetap kokoh berdiri di tengah badai perpecahan.

(Raja)